Motivation Letter
Salut mes amis! Perkenalkan nama saya Sari Dewi, dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya. Hari ini saya akan membagikan cerita mengenai self love pribadi saya.
Saya adalah anak tunggal dari
keluarga kecil di rumah. Saya adalah orang yang pemalu sejak kecil. Saat saya
masih berumur 8 tahun, saya pun tidak berani jalan masuk sendiri ke TK saya,
saya harus ditemani oleh Papa saya tercinta. Jika tidak, maka saya akan takut
dan panik bahkan sampai muntah. Saya pernah sampai menangis melihat teman-teman
lelaki saya saat jalan masuk ke kelas. Iya, semalu itu. Tapi jika sudah di
dalam kelas, saya menjadi biasa saja karena ada teman-teman saya yang mengajak
main dan berbicara. Ya mungkin hanya beberapa kali saja, saya menangis dalam
kelas tanpa alasan.
Saat saya duduk di bangku Sekolah
Dasar, saya pun masih memiliki sifat pemalu. Dulu saya ikut antar-jemput di
sekolah. Saya pun tidak berani untuk berbicara kepada teman-teman saya di
mobil. Hanya sesekali saya ikut nimbrung
teman-teman untuk bermain UNO. Saya sangat tidak percaya diri akan penampilan
saya saat SD, karena warna kulit saya yang berwarna sawo matang. Saya insecure melihat teman-teman saya yang
mempunyai kulit cerah, berambut lurus, dan panjang.
Hari berganti hari, tahun
berganti tahun. Saat naik ke bangku SMP, saya mulai mencoba menghilangkan sifat
pemalu saya. Saya mencoba bergaul dengan teman-teman di SMP. Saya akhirnya punya
geng, eh tapi bukan geng untuk bully-bully,
ya. Disaat itu saya mengalami gangguan kecemasan karena merasa diomongin dengan
teman-teman geng saya. Karena saat saya SMP orang tua saya sangat protektif sehingga
saya tidak diperbolehkan untuk keluar rumah bermain dan hangout bersama teman-teman saya. Sejak saat itu lah saya mengalami
gangguan kecemasan atau overthinking.
Setelah saya cari tahu, ternyata
benar. Saya memang dijauhi oleh teman-teman saya saat SMP. Mereka membuat grup
di dalam grup yang tidak ada saya di dalamnya. Semakin jadilah overthinking saya. Saya salah apa? Hanya
karena jarang ikut hangout bersama?
Di saat SMA saya mulai mengurangi
saya kurang percaya diri saya. Karena terbentuk oleh teman-teman sekelas saya
yang didominasi oleh laki-laki.
Iya, saat SMA saya masuk kelas
program Bakat Istimewa, siswa perempuan justru lebih sedikit, hanya 10 orang
dari keseluruhan siswa di kelas. Walaupun siswa di SMA lebih banyak daripada
SMP, saya mulai membangun self love disini.
Motivasi saya adalah teman-teman
terdekat saya. Saat SMA saya punya 2 teman baik, mungkin saya bilangnya sahabat
karena mereka benar-benar buat saya bahagia dan lupa akan masalah yang saya
alami. Mereka bisa mengerti apa yang saya rasakan, saya pun mengerti apa yang
mereka rasakan. Bisa dibilang kita itu sefrekuensi, ya..
Sejak saat itu, saya mulai tidak mempedulikan
cemooh dan ejekan orang-orang. Saya mulai melatih diri sendiri untuk tidak overthinking seperti masa SMP. Dan saya
merasa lebih baik selama perubahan itu terjadi. Ditambah saya mempunyai teman
baru di Universitas yang support
dengan apa yang saya lakukan.
Jadi, buat kalian yang merasa tidak percaya diri, jadikanlah hal-hal yang buat kalian bahagia untuk motivasi. Bahagia itu sederhana, dengan punya teman yang suportif saja sudah jadi motivasi saya untuk tetap mencintai diri sendiri.
Banggaaaa!!!! 🤗💓✨
ReplyDeletemantap
ReplyDeleteProud of you... akhirnya gak jadi "katak dalam tempurung" lagi, setelah tau kelebihan apa yg kakak punya 😘
ReplyDelete